TURAH

Genre: Drama

Running times: 82 minutes

Scriptwriter: Wicaksono Wisnu Legowo

Director: Wicaksono Wisnu Legowo

Producer: Ifa Isfansyah

Executive Producer: Eddie Cahyono, Silvia Indah Rini, April Priscilla

Cinematographer: Fahim Rauyan

Editor: Kelvin Nugroho

Assistant Director: Zacky Aulia El-Syahiq

Line Producer: Mulya Rhukmana

Art Director: Andi Wibowo

Sound & Music: Jantra Suryaman

Wardrobe & Make Up: Muthola’ah

Cast: Ubaidillah / Slamet Ambari / Yono Daryono / Rudi Iteng / Narti Diono / Cartiwi

About The Film

SYNOPSIS

The harsh competition of life has spared the defeated in Kampung Tirang. They are plagued by pessimism and overwhelmed with fear, especially towards Darso, the rich boss who has given them ‘life’. Pakel, the sycophantic scholar in Darso’s inner circle deviously makes the villagers mentally stunted. The situation makes it easier for him to reap more profits. Specks of optimism and hope to break free from the powerless life are present in Turah and Jadag. Incidents occur, encouraging Turah and Jadag to fight the acute fear and escape from the cunning narrative. This is every effort made by them, as the people of Kampung Tirang, to no longer be the human failure, the remnants.

 

Kerasnya persaingan hidup menyisakan orang-orang kalah di Kampung Tirang. Mereka dijangkiti pesimisme dan diliputi perasaan takut. Terutama kepada Darso, juragan kaya yang telah memberi mereka ‘kehidupan’. Pakel, sarjana penjilat di lingkaran Darso dengan pintar membuat warga kampung makin bermental kerdil. Situasi tersebut memudahkannya untuk terus mengeruk keuntungan. Setitik optimisme dan harapan untuk lepas dari kehidupan tanpa daya hadir pada diri Turah dan Jadag. Peristiwa-peristiwa terjadi, mendorong Turah dan Jadag untuk melawan rasa takut yang sudah akut dan meloloskan diri dari narasi penuh kelicikan. Ini adalah usaha sekuat daya dari mereka, orang-orang di Kampung Tirang, agar mereka tidak lagi menjadi manusia kalah, manusia sisa-sisa.

 

DIRECTOR'S STATEMENT

A life free from deprivation, with a harmonious family, as well as a happy love story, and in a conflict-free world is a wonderful life. It is not a dream to some people, yet it is what some others can only dream of. In this film, I don’t present a heart-wrenching story or characters that elicit sympathy. I bring the lives of a group of people who attempt to survive in their own ways for the wonderful life they have always longed for.

Hidup tanpa kekurangan, keluarga harmonis, kisah cinta bahagia dan dunia tanpa perseteruan adalah kehidupan indah. Bagi sebagian orang itu bukan lagi sekadar cita-cita, namun tidak sedikit dari mereka yang hanya bisa bermimpi untuk dapat menikmati kehidupan seperti itu. Di film ini saya tidak menyajikan cerita yang menyayat hati atau karakter-karakter yang butuh simpati. Saya menghadirkan kehidupan sekelompok manusia yang berusaha untuk bertahan dengan cara masing-masing, demi kehidupan indah yang mereka idamkan.

 

FESTIVALS & AWARDS

Festival list:

In Competition 27th Singapore International Film Festival 2016

In Competition 11th JAFF-Netpac Asian Film Festival 2016

Awards list:
NETPAC Award 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016
GEBER Award 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016
SPECIAL MENTION Asian Feature Film Singapore International Film Festival 2016