S I T I

Format: Digital/BW/Stereo/4:3

Duration: 88 minutes

Country of Production: Indonesia

Year of Production: 2014

Director: Eddie Cahyono

Scriptwriter: Eddie Cahyono

Producer: Ifa Isfansyah

Cast: Sekar Sari, Haydr Salisz, Titi Dibyo, Bintang Timur Widodo, Ibnu Widodo

About The Film

SYNOPSIS

The story tells about a one-day life of a woman, named Siti, 24 years old. She is a young mother who takes care of her mother-in-law, Darmi; her son, Bagas; and her husband, Bagus. Bagus had an accident when fishing a year ago resulted in his paralysis. His new boat purchased with borrowed money is lost at the sea. Siti then struggles to support them. In the situation of increasingly squeezed because of the crush of debt, Siti has to work day and night. At a day time, Siti sells Jingking crackers in Parangtritis. At night, she works as a karaoke guide. Because of her job as a karaoke guide, Bagus does not want to talk to Siti anymore. This situation makes Siti frustrated. Night life at karaoke makes Siti acquainted with a cop, named Gatot. Gatot loves her and wants to marry her. Siti is in hesitation. The pressures of life make her to choose her own happiness.

 

Bercerita tentang kehidupan satu hari seorang perempuan bernama Siti, umur 24 tahun. Siti tinggal bersama ibu mertuanya, Darmi, 60 tahun, anaknya, Bagas, 7 tahun dan suaminya, Bagus, 25 tahun. Siti merawat Bagus, yang setahun lalu mengalami kecelakaan saat melaut mencari ikan mengakibatkan sebagian tubuhnya lumpuh. Selain menjual Peyek Jingking di Parangtritis, Siti bekerja sambilan sebagai pemandu karaoke.

Seperti biasa pada pagi hari Siti mengoreng dan menyiapkan dagangannya. Darmi, memberitahu Siti kalo Bagas, tidak mau sekolah karena di sekolah ada hantunya. Siti dibuat pusing oleh ulah Bagas. Siti akhirnya memaksa Bagas sekolah. Karyo, 45 tahun datang dan menagih hutang. Bagus, suami Siti pernah berhutang pada karyo untuk membeli kapal. Karyo memberi waktu Siti tiga hari untuk melunasi.

Pada Siang hari, Siti berjualan Peyek Jingking di Parangtritis bersama Darmi. Siti juga meluangkan waktu bermain bersama Bagas. Sri, 30 tahun teman Siti datang dan mengajak Siti untuk berdemo di kantor polisi. Awalnya Siti tidak mau ikut karena harus mencari uang untuk membayar hutang. Tetapi melihat sikap Bagus yang tidak mau lagi bicara semenjak Siti bekerja sambilan menjadi pemandu karaoke. Siti akhirnya ikut berdemo dipimpin oleh Sarko, ketua Paguyuban Karaoke. Di kantor polisi Siti bertemu dengan Gatot, seorang polisi yang menyukai Siti sejak lama. Bahkan Gatot sudah ingin mengajak Siti menikah. Gatot meminta Sarko untuk membuka tempat karaoke karena ada seorang pengusaha yang ingin bernyanyi. Sarko dengan senang hati memenuhi permintaan Gatot.

Pada Siang hari, Siti berjualan Peyek Jingking di Parangtritis bersama Darmi. Siti juga meluangkan waktu bermain bersama Bagas. Sri, 30 tahun teman Siti datang dan mengajak Siti untuk berdemo di kantor polisi. Awalnya Siti tidak mau ikut karena harus mencari uang untuk membayar hutang. Tetapi melihat sikap Bagus yang tidak mau lagi bicara semenjak Siti bekerja sambilan menjadi pemandu karaoke.

DIRECTOR'S STATEMENT

I want to make a movie in Parangtritis . Parangtritis is the beach in Bantul, (27km from the southern city of Yogya) Yogyakarta, Indonesia. There is a special food named jingking crackers. The size of jingking crackers are not big enough and they usually sold by old-woman. When I am in Parangtritis, I always ask myself what the sellers are actually thinking when they are selling jingking crackers and waiting for buyers. How’s their family?

There are many karaoke spaces arising in Parangtritis with lack of facilities available. The existence of karaoke spaces has made a shift in the scene of prostitution in Parangtritis. Some prostitutes are changing the switch into karaoke guides. However, the existence of karaoke spaces still felt disturbing the peace and comfort of residents around Parangtritis. Finally karaoke spaces in Parangtritis are closed by the police department.

From there comes the character of Siti. She is a young mother who takes care of her mother-in-law, Darmi; his son, Bagas; and her husband, Bagus who paralyzed due to an accident when he’s fishing. Siti struggles to support them. I want to tell the details of her daily life, starting in the morning till night. I want to see how Siti’s life in the morning, how she manages everything: preparing to trade, preparing her son to school, and taking care of her husband. At noon, I want to see her sells jingking crackers in Parangtritis; how Siti is eager to take a moment to play with his son. And I want to see how Siti works at night as a karaoke guide.

 This film tells about family, about Siti’s struggles and loyalty, when the situation is squeezing her.

 

Saya ingin membuat film di Parangtritis. Parangtritis adalah pantai di daerah Bantul dan di sana ada makanan khas yang terbuat dari Jingking dicampur dengan tepung dan dijual oleh ibu-ibu yang sudah tua. Saat berada di Parangtritis saya selalu bertanya apa yang di pikirkan saat ibu-ibu yang sudah tua itu sedang berjualan dan menanti pembeli. Bagaimana keluarganya?

Di Parangtritis muncul tempat-tempat karaoke sederhana dengan fasilitas seadanya. Keberadaan tempat-tempat karaoke di Parangtritis telah membuat membuat pergeseran dalam dunia prostitusi. Beberapa PSK berganti haluan menjadi Pemandu Karaoke. Namun keberadaan Tempat karaoke tetap dirasakan mengganggu ketertiban dan kenyamanan penduduk di sekitar Parangtritis. Akhirnya tempat-tempat karaoke di Parangtritis ditutup oleh pihak Kepolisian.

Dari situ muncullah karakter Siti, seorang ibu muda mengurusi ibu mertuanya, Darmi, anaknya, Bagas, dan Suaminya, Bagus yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan saat melaut. Siti berjuang untuk menghidupi mereka. Siang hari berjualan Peyek Jingking dan malam hari bekerja sambilan sebagai Pemandu karaoke. Film ini bercerita tentang keluarga, tentang perjuangan dan kesetiaan Siti, saat keadaan menghimpitnya.

FESTIVALS and AWARD

IN COMPETITION 9th Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014

BEST PERFORMANCE 25th Singapore International Film Festival 2014

OFFICIAL SELECTION 44th International Film Festival Rotterdam 2015

OFFICIAL SELECTION Indonesian Film Festival in Melbourne 2015

OFFICIAL SELECTION 17th Udine Far East Film Festival 2015

BEST SCREENPLAY 18th Shanghai International Film Festival 2015

IN COMPETITION 17th Taipei International Film Festival 2015

OFFICIAL SELECTION Bangkok ASEAN Film Festival 2015

OFFICIAL SELECTION Indonesian Film Festival in Tuscany, Italy 2015

OFFICIAL SELECTION 42th Telluride Film Festival 2015

IN COMPETITION 23rd Hamburg International Film Festival 2015

OFFICIAL SELECTION 34th Vancouver International Film Festival 2015

OFFICIAL SELECTION Vienna International Film Festival 2015

OFFICIAL SELECTION 9th Five Flavours Film Festival Poland 2015

OFFICIAL SELECTION 19th Toronto Reel Asian International Film Festival 2015

IN COMPETITION Hongkong Asian Film Festival 2015

BEST FEATURE FILM Apresiasi Film Indonesia 2015

BEST FILM POSTER Apresiasi Film Indonesia 2015

BEST FILM Festival Film Indonesia 2015

BEST ORIGINAL SCREENPLAY Festival Film Indonesia 2015

BEST MUSIC DIRECTOR Festival Film Indonesia 2015

Artis Pendatang Baru Terbaik Indonesia Movie Actor Awards 2016